Latest Post

Banjir Wajo, Petani Rugi Rp2 M

Written By Asrulproject on Saturday, 23 August 2014 | 20:00

SENGKANG - Dinas Pertanian Wajo mengaku mengalami kerugian Rp2 miliar, akibat banjir yang merendam 3.048 hektare tanaman padi, dan jagung 888 hektare, sejak Mei 2014. 

"Dari 3.048 hektare yang terendam, yang mengalami kerusakan khusus padi seluas 624 hektare, dan yang terendam 888 ha 324 hektare mengalami kerusakan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo Syahrullah, Minggu (17/8/2014). 

Untuk tanaman lain yang terendam, masih relatif aman, dan saat ini sudah siap panen. Bahkan sudah ada yang panen. "Setelah dikalkulasi, kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar," terangnya. 

Daerah yang terendam banjir merupakan daerah yang berada di Kecamatan Pesisir Danau Tempe dan aliran Sungai Walennae. 

"Luas tanaman keseluruhan di 14 kecamatan, seluas 75.159 ha, yang puso 624 ha, dan luas tanam jagung 1.439 ha, tapi yang mengalami kerusakan 888 ha (puso), yang rusak seluas 324 ha," ungkapnya. 

Sementara itu salah seorang petani di Kecamatan Pammana mengatakan, harga gabah di daerah tersebut terjadi, pada Mei dan Juni, sempat anjlok. Harga normal Rp3.200 dihargai Rp2.900 hingga Rp2.800 per/kg.

“Banjir datang  pas mau panen, sehingga banyak gabah yang rusak terendam,” kata salah seorang Petani di Pammana La Muhammad.

Dia mengatakan, akibat banyaknya gabah yang rusak, harga gabah di daerah tersebut turun drastis, bahkan mencapai Rp2.900 hingga Rp2.800 per/kg. “Gabah yang hitam justeru ada yang lebih rendah lagi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir di Kabupaten Wajo menerjang lima kecamatan, terdiri dari Kecamatan Pammmana, Sabbangparu, Tempe, Belawa, dan Kecamatan Tanasitolo. 

Sementara itu, di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, data yang dihimpun menyebutkan, lebih 300 rumah sudah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter lebih.

Sumber : SINDO

Akankah Elite Koalisi Terima 'Tantangan 'Masuk Kabinet Jokowi?

Written By Asrulproject on Saturday, 9 August 2014 | 11:29

Jokowi ingin membuat gebrakan dengan memasang menteri yang tak merangkap jabatan di partai politik. Akankah elite partai koalisi menerima tantangan Jokowi itu?

"Kalau saya pribadi ingin agar yang menjadi menteri lepas dari partai politik," kata Jokowi usai rapat di Kantor Transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2014).

Jokowi memang sejak awal ingin membangun kabinet yang profesional. Meskipun tak menutup kemungkinan menteri dari parpol namun Jokowi ingin memastikan semua menterinya fokus bekerja di kementerian masing-masing.

Saat dikonfirmasi detikcom, sejumlah elite parpol koalisi yakni PKB, Hanura, dan NasDem belum bersedia memberikan pernyataan gamblang. Sejumlah Ketua Umum parpol koalisi seperti Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memang mengisyaratkan tak masuk kabinet Jokowi. Namun ada Ketum PKB Muhaimin yang sudah disodorkan dalam calon menteri kabinet Jokowi bersama dua calon dari PKB lainnya.

"Paling PKB hanya dapat 3 kursi menteri. PKB sudah siapkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, Waketum Rusdi Kirana dan Sekjen Imam Nahrawi," kata Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Andi M Ramli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Lalu apakah para elite parpol koalisi akan menerima 'tantangan' atau syarat dari Jokowi? Calon menteri sendiri akan dibahas Jokowi di 'kamar' yang tak diungkapkan. Pada akhirnya Jokowi sendiri yang akan memutuskan siapa menteri yang bakal dipercaya memperkuat kabinet lima tahun mendatang. Jokowi tak menutup peluang anggota Tim Transisi masuk kabinet.

"Semuanya mungkin tapi sekali lagi jangan ada yang memastikan resmi dari transisi. Ini kamar yang berbeda," kata Jokowi sebelumnya.

Camat Belawa Instruksikan Manfaatkan Internet

Camat Belawa Instruksikan Manfaatkan Internet sebaik-baiknya untuk kepentiangan positif. Untuk itu sebagai wadah pengenalan Belawa maka website Kecamatan pun dibuat.

Maulid, Ribuan Warga Belawa Hadir

Tabliqh akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1345 Hijriah tingkat Kabupaten Wajo dipusatkan di Dusun Sio, Desa Leppangeng Kecamatan Belawa. Kegiatan rutin tiap tahun tersebut dilaksanakan di Mesjid Nurul Dakwah, Rabu, 22/1.
Hadir dalam Maulid, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru, Ketua tim PKK Wajo Hj A Faikah Burhanuddin, beberapa Kepala Dinas, Badan, Kantor, Camat bersama para Kepala desa dan Lurah tingkat Kecamatan Belawa.
Dalam sambutan-nya, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengungkap apresiasi atas meriah-nya peringatan Maulid yang dilaksanakan.
Menurut-nya, intensitas jemaah yang hadir bukti bahwa nilai-nilai keagamaan di Belawa dan Wajo pada umum-nya meningkat pesat.
Diakui bahwa dalam menjalankan tugas, pemerintah wajib memperhatikan peningkatan keagamaan. Menurut-nya, perhatian pemerintah dalam bidang keagamaan dapat dilihat dari semakin bertambah-nya pengurus Majelis taklim di Wajo.
“Kalau dihitung, pengurus majelis taklim di Wajo sudah berjumlah 30ribu lebih. Tentu dengan peningkatan itu menggambarkan bahwa perhatian masyarakat terhadap nilai agama cukup pesat,” terang Burhanuddin.
Ditambahkan, peningkatan keagamaan itu dapat pula dinilai dari pakaian para wanita yang lebih identik dengan pakaian muslim.
“Saat ini, hampir semua-nya kenakan jilbab. Perempuan tidak lagi berpakaian bebas dan mereka memilih pakaian muslim. Memang, kalau perempuan berjilbab, itu lebih anggun dibanding tidak mengenakan jilbab,” pungkas Burhanuddin.
Sementara itu, penceramah, H Khairul Amri dalam dakwah-nya menekankan masyarakat untuk lebih kedepankan kegiatan-kegiatan bernilai ibadah.
Menurutnya, agama menjadi penting untuk kehidupan akhirat, namun bukan berarti membuat manusia harus bermalas-malasan, tidak bekerja dan menafkahi keluarga-nya.

Hipermawa Komisariat Belawa Peringati Isra Miraj

Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (Hipermawa), Komisariat Kecamatan Belawa memperingati Isra Miraj, Selasa malam (27/5/2014) di Asrama Belawa, Jl Perintis Kemerdekaan VI, Makassar.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kepekaan agama dalam lingkup kepengurusan dan warga organisasi yang berasal dari daerah kelahiran almarhun AGH Abdul Malik (Mantan Ketua Pondok Pesantren As'adiyah Kabupaten Wajo)," ujar Ketua umum Hipermawa Komisariat Belawa, Ahmad Fuadi.

Dalam acara ini turut hadir Pakar Transportasi sekaligus Sekretaris Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Ir Lambang Basri MT selaku pembina utama organisasi daerah ini
 
Support : 125Project | Mas Template
Copyright © 2014. Selamat Datang di Web Belawa - All Rights Reserved
Mainteance by Admin